Friday, April 30, 2010

Berapa Kali Mata Berkedip dalam 1 Menit?

Berapa Kali Mata Berkedip dalam

1 Menit?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: sheknows)

Jakarta, Biasanya mata akan terasa pedih jika dipaksakan tidak berkedip selama beberapa saat. Tapi ketika melihat objek yang menakjubkan, mata seperti lupa berkedip. Berapa kali mata berkedip dalam 1 menit?


Fungsi kedipan adalah untuk meratakan air mata ke seluruh permukaan bola mata terutama kornea. Tujuannya untuk membasahi, karena bagian tersebut mudah mengalami iritasi apabila dibiarkan kering.

Fungsi lain dari kedipan adalah sebagai refleks untuk mencegah benda asing yang akan masuk ke mata. Fungsi ini didukung oleh bulu (rambut) mata, sebagai penghalang debu yang akan menutup mengikuti gerakan kelopak mata saat berkedip.

Tidak diketahui secara pasti seberapa cepat mata berkedip, namun diyakini tidak lebih dari 400 milidetik. Begitu cepatnya mata berkedip, sehingga ungkapan 'hanya sekejap mata' sangat populer untuk menggambarkan cepatnya waktu berlalu.

Kedipan mata terlalu cepat untuk disadari oleh otak manusia. Meski mata mengalami kondisi gelap selama sepersekian detik, otak akan mengabaikannya sehingga tidak akan mengganggu penglihatan secara umum.

Seberapa sering mata berkedip?

Sebenarnya tidak diketahui pasti, karena ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi. Makin muda usia seseorang, frekuensi berkedip umumnya lebih kecil.

Tapi menurut Dr Stephen Juan yang dikutip dari The Register, Jumat (30/4/2010), frekuensi berkedip adalah:

  1. Pada orang dewasa bervariasi antara 10-15 kali per menit.
  2. Hingga usia 14 tahun, frekuensi kedipan hanya sekitar 10 kali per menit.
  3. Bayi yang baru lahir jauh lebih sedikit yakni kurang dari 2 kali/menit.

Ada berbagai pendapat yang menjelaskan hal ini, tapi pada umumnya dikaitkan dengan produktivitas kelenjar air mata. Semakin tua usia seseorang, produksi air mata makin sedikit sehingga mata lebih cepat kering.

Sementara pada bayi, kelembaban permukaan bola mata relatif lebih terjaga karena bayi lebih banyak melewatkan waktu dengan mata tertutup alias tidur. Selain itu ketika terbuka, mata bayi tidak selebar mata orang dewasa sehingga lebih aman dari iritasi.

Konsentrasi pikiran saat melakukan aktivitas tertentu juga berpengaruh pada frekuensi kedipan. Bermain game, bekerja di depan monitor, serta membaca buku termasuk aktivitas yang butuh konsentrasi tinggi dan menyebabkan mata jarang berkedip.

Fakta lain yang perlu diketahui adalah, kedipan mata kanan dan kiri selalu terjadi bersamaan meski beberapa binatang seperti hamster dan kura-kura bisa melakukannya bergantian.

Pada manusia, kedipan dengan sebelah mata saja akan memberi kesan menggoda yang sering disebut 'kedipan maut'.



No comments:

Post a Comment

Anda punya tanggapan mengenai artikel ini?
Silakan isi komentar untuk berbagi ilmu disini :

Search !!!

-- Silakan Masukan Kata --

Rubah Bahasa

English French German Spain Italian

Dutch Portuguese Japanese Arabic Chinese Simplified

Adsense

Blog Archive

Komentar Terbaru!