Friday, April 30, 2010

Bunga Putih untuk Obat Kanker

Bunga Putih untuk Obat Kanker

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Gypsophila Paniculata (Foto: Telegraph)
Jakarta, Bunga putih atau bunga Baby's Breath yang indah biasanya hanya dijumpai di toko bunga. Tapi penelitian terbaru menemukan khasiat lain di balik keindahan bunga ini, yaitu sebagai obat kanker.


Para ahli mengatakan ekstrak bunga yang nama ilmiahnya Gypsophila Paniculata ini, dapat meningkatkan efisiensi obat anti-kanker hingga 1 juta kali lipat.

Mereka menemukan molekul yang disebut saponin dari ekstrak bunga putih yang merupakan bunga asli Eropa Timur. Molekul inilah yang dapat memecah membran sel kanker.

Molekul saponin membuat obat yang berbasis antibodi atau yang dikenal dengan immunotoxin lebih mudah untuk dapat menyerang sel kanker.

Alhasil, immunotherapy yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis leukemia (kanker darah) dan limfoma (kanker limfosit) meningkat hingga lebih dari satu juta kali lipat.

Penemuan ini telah dilakukan oleh para ilmuwan yang bekerja untuk badan amal Leukaemia Busters, yang berbasis di Southampton, Hants. Dan penelitian diperbaharui di Simon Flavell Leukaemia Research Laboratory di Southampton General Hospital.

Badan amal ini dikelola oleh Dr David dan Bee Flavell, yang putranya Simon Flavell meninggal pada tahun 1990 karena kanker darah yang tak tersembuhkan ketika usianya masih 10 tahun.

"Saya biasanya sangat berhati-hati dengan apa yang saya ucapkan terutama menyangkut hal seperti ini. Tetapi penemuan ini benar-benar dapat merevolusi cara kerja obat yang berbasis antibodi, dan akan menyelamatkan nyawa," ujar Dr David Flavell, seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (30/4/2010).

Menurut Dr David, ektrak bunga putih ini tidak hanya dapat berlaku untuk leukemia, ada kemungkinan besar obat ini juga dapat digunakan untuk berbagai jenis kanker.

Terobosan ini adalah hasil penelitian 12 bulan dan pengujian yang bekerjasama dengan para ilmuwan berbasis di ibukota Jerman, Berlin.

"Kami masih perlu melakukan kerja berbasis laboratorium untuk lebih mengembangkan penemuan menjadi pengobatan praktis dan aman bagi pasien. Dan uang adalah kunci untuk mencapai semua ini," kata Dr Flavell.

Ilmuwan dan dokter di Leukaemia Busters telah bekerja tanpa lelah siang dan malam selama bertahun-tahun, dan mereka hanya mengandalkan kemurahan hati serta sumbangan donatur untuk mendanai penelitian ini.



No comments:

Post a Comment

Anda punya tanggapan mengenai artikel ini?
Silakan isi komentar untuk berbagi ilmu disini :

Search !!!

-- Silakan Masukan Kata --

Rubah Bahasa

English French German Spain Italian

Dutch Portuguese Japanese Arabic Chinese Simplified

Adsense

Blog Archive

Komentar Terbaru!